Chat with us, powered by LiveChat

Penyakit Asma, Penyebab, dan Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Penyakit Asma merupakan gangguan saluran pernapasan jangka panjang yang ditandai dengan sesak napas dan mengi. Mengi sendiri adalah suara yang dihasilkan udara saat melalui saluran pernapasan yang menyempit.

Asma terjadi karena penyempitan dan peradangan pada saluran pernapasan. Akibatnya orang yang menderita asma akan merasakan sesak dan sulit bernapas.

WHO mengestimasi sekitar 235 juta populasi dunia adalah penderita asma. Menurut data dari Riset Data Kesehatan Departemen Kesehatan Indonesia 2013, penderita asma di Indonesia adalah 4,5 persen dari keseluruhan penduduk.

Prevalensi asma tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebanyak 7,8 persen diikuti Nusa Tenggara Timur 7,3 persen, DI Yogyakarta 6,9 persen, dan Sulawesi Selatan 6,7 persen.

Nah, apa sebenarnya penyebab dari penyakit asma dan bagaimana cara menanganinya? Berikut ulasan mengenai penyakit asma, penyebab, dan cara menanganinya dari berbagai sumber, Minggu (3/3/2019).

Penyebab Penyakit Asma

Penyebab penyakit asma belum diketahui pasti hingga saat ini. Penderita asma memiliki saluran pernapasan yang sensitif. Ketika terpapar faktor pemicu asma, saluran pernapasan lebih mudah menyempit dan tersumbat lendir.

Saat paru-paru penderita asma teriritasi salah satu pemicu, otot pernapasan akan menjadi kaku dan saluran napas pun menyempit. Beberapa pemicunya antara lain asap rokok, paparan zat kimia, bulu binatang, bahkan udara dingin.

Begitu pemicu sudah diketahui, usahakan untuk menghindarinya agar dapat mengontrol gejala asma. Asma bisa menyerang siapa pun dan tidak bisa disembuhkan. Namun penanganan yang tepat dapat mengontrol serangan dan penderita bisa menikmati hidup yang lebih tenang.

Dokter akan mendiagnosis seseorang mempunyai penyakit asma dengan melakukan serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan dimulai dari pertanyaan seputar gejala yang dirasakan, pemeriksaan fisik dan laboratorium.

Apabila dokter mencurigai sesak napas bukan sebagai gejala asma, melainkan infeksi paru-paru atau kelainan rongga hidung, maka CT scan akan dilakukan.

Gejala Penyakit Asma

Apabila asma diidap sejak kecil, gejalanya bisa saja menghilang saat beranjak remaja dan muncul kembali di usia dewasa. Namun, gejala asma dengan kategori menengah dan berat di masa kecil akan cenderung tetap ada hingga dewasa. Asma dapat muncul pada usia berapa pun, tidak selalu berawal dari masa kecil.

Gejala utama asma antara lain mengi, dada terasa seperti ada yang menghimpit, batuk, dan sulit bernapas. Gejala asma yang memburuk dalam waktu singkat, dikenal sebagai serangan asma. Ini bisa terjadi tiba-tiba atau bertahap selama beberapa hari. Gejala-gejala serangan asma, antara lain:

· Mengi, batuk, dan dada terasa seperti terhimpit dirasa semakin berat dan sering

· Aktivitas makan, bicara, dan tidur terganggu oleh kesulitan bernapas

· Jantung berdebar

· Mengantuk, mengalami kebingungan, letih, atau pusing

· Jari atau bibir membiru

· Pingsan

Penanganan Penyakit Asma

Asma merupakan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Namun penanganan yang tepat akan membuat asma tak begitu menyiksa.

Penanganan asma memiliki dua tujuan, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh kembali. Tentunya pengobatan harus disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter dan kondisi penderita.

Ada beberapa penanganan utama pada penderita asma. Penanganan tersebut meliputi :

· Menghindari pemicu munculnya gejala

· Menggunakan inhaler pereda untuk meredakan gejala asma jangka pendek dengan membuat saluran pernapasan rileks

· Penggunaan inhaler pencegah rutin setiap hari untuk mengurangi radang pada saluran pernapasan dan mencegah gejala asma kambuh

· Penggunaan inhaler kombinasi pencegah dan pereda setiap hari agar mencegah timbulnya gejala asma serta membuat saluran pernapasan rileks dalam jangka waktu lebih lama

Selain itu penanganan penyakit asma juga dengan mengonsumsi obat tertentu yang telah disetujui oleh dokter. Selain dengan inhaler, obat-obatan juga diperlukan dalam sebuah rencana pengobatan asma. Obat tersebut misalnya Tablet theophylline atau leukotriene receptor antagonist.

Jika asma masih tak dapat dikendalikan, dokter akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi tablet steroid. Obat ini dapat meredakan radang yang terjadi di dalam saluran pernapasan.

Pertolongan Pertama Penyakit Asma

Nah, karena penyakit asma merupakan penyakit jangka panjang yang dapat kambuh sewaktu-waktu saat berkontak dengan pemicu asma. Ada baiknya jika Anda mengetahui cara yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama saat asma kambuh. Berikut langkah-langkahnya:

Duduk tegak

Saat terjadi serangan asma, segera hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan. Kemudian, duduklah dengan tegak. Tindakan ini memungkinkan Anda untuk bisa bernapas dengan lebih baik. Hindari posisi bungkuk atau berbaring, karena kedua posisi tersebut dapat membuat saluran napas semakin tersumbat.

Tarik napas dalam dan panjang

Serangan asma dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar oksigen dan karbondioksida (hiperventilasi), yang bisa mengganggu aliran darah ke otak. Tarik napas panjang dan dalam. Lakukan selama beberapa saat hingga kondisi terasa membaik.

Tetap tenang

Agar serangan tidak semakin parah, cobalah untuk tetap tenang dan relaks. Atur napas sedemikian rupa, agar tidak terlalu cepat. Selain itu, usahakan juga untuk mengendurkan pakaian yang terasa sempit. Hal ini bertujuan agar laju napas tetap.

Segera hindari Penyebab

Penderita asma sangat perlu mengetahui bahan atau zat apa saja yang bisa menyebabkan serangan. Apakah itu debu, asap rokok, aroma zat kimia, atau lainnya. Jika sudah mengetahui, benar-benar jauhi zat penyebab asma tersebut.

Minum secangkir teh hangat

Minuman hangat yang mengandung kafein, seperti kopi atau teh, dapat sedikit membantu membuka saluran napas. Pada akhirnya, serangan asma yang terjadi akan terasa lebih ringan.

Segera cari pertolongan medis

Jika mengi, batuk atau sesak napas Anda bertambah parah setelah beristirahat, segeralah cari pertolongan medis. Jangan anggap sepele, karena serangan asma yang dibiarkan berlanjut bisa berujung pada kematian.